Laman

Jumat, 30 September 2011

Rumah Gadang dalam Asitektur Modern

Selain Denpasar, Padang merupakan kota yang sadar betul mengenai kekayaan budayanya. Kesadaran ini tampak dari bentuk bagunan-bangunan modern yang mengadopsi sedikit-banyak unsur tradisional.


Padang menganut budaya Minangkabau. Rumah adat Minangkabau bernama Rumah Gadang. Rumah Gadang berarsitektur sangat khas. Menggunakan kayu ukir, berwana dominan merah, dan berbentuk rumah panggung. Satu kekhasan Rumah Gadang yang membedakannya dengan rumah panggung dari adat lain di nusantara adalah keunikan bentuk atapnya.

Atap in disebut bagonjong (:Minangkabau), bermakna atap runcing menyerupai tanduk kerbau. Itu sebabnya rumah ini juga disebut dengan Rumah Bagonjong. Sedangkan Rumah Gadang berarti rumah besar. Masyarakat Minangkabau membangun rumah tidak hanya dengan satu bangunan, ada sejumlah bangunan terpisah dalam satu rumah yang lebih mirip dengan sebuah kompleks, yaitu bangunan-bangunan keciil yang berfungsi sebagai kamar perempuan, kamar anak laki-laki (laki-laki akil-balik tinggal di masjid), dapur, dan seterusnya
. Rumah Gadang sendiri merupakan tempat untuk menyelenggarakan acara-acara besar keluarga.

Di zaman kerajaan, Rumah Gadang menjadi semacam kantor pemerintahan. Disanalah para pemimpin nagari dan keluarganya tinggal. Hal ini terjadi pada Kerajaan Pagaruyung yang terletak di Nagari Pagaruyung, sekitar 2 jam perjalanan dari Kota Padang.

Di zaman modern kini tak banyak lagi masyarakat yang membangun Rumah Gadang. Selain terkendala biaya bahan yang mahal, perawatan bangunan kayu dan atap ijuk bukanlah hal mudah. Atap jenis ini bahkan sangat mudah terbakar. Beberapak kali Istana Pagaruyung mengalami kebakaran akibat tersamba petir. Istana yang ada kini bukanlah merupakan bangunan asli, namun sesudah mengalami pemugaran bahkan pembangunan kembali.

Pemerintah setempat pun tentu saja tak mau mengambil resiko dengan membangun kantornya dengan bahan-bahan tersebut. Mereka lebih memilih beton dan genteng untuk bagunan kantornya. Namun secara sadar bentuk atap yang menjadi khas Rumah Bagonjong ini dikombinasikan dengan arsitektu modern.

Kini, berbagai bangunan besar yang menjadi titik-titik utama di Kota Padang menganut arsitektur atap bagonjong
. Bagonjong diaplikasikan pada bangunan kantor, masjid, bahkan pusat perbelanjaan modern dan stadion. Usaha pelestarian ini tentu saja patut dicontoh oleh daerah-daerah lain.

*
Bacaan lain:
http://mersi.wordpress.com/2008/07/05/arsitektur-bagonjong-antara-orisinalitas-dan-modifikasi/
http://yonglubeg.wordpress.com/ragam-daerah/
http://properti.kompas.com/index.php/read/2009/08/03/12140427/penggunaan.atap.bagonjong.alami.pergeseran     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar