Laman

Sabtu, 22 Oktober 2011

FORMASI KUBUS YANG DINAMIS

Tampilan rumah yang diliput ini memang langsung menarik perhatian siapapun yang melihatnya. Wujud arsitekturnya berupa komposisi kubus yang dinamis sedangkan interiornya memadukan furnitur yang bernuansa natural.
Hunian yang berlokasi di area Pondok Labu, Jakarta Selatan ini merupakan kediaman keluarga Ossiatzki dengan luas lahan 711 m2. Pemilik yang berprofesi sebagai desainer produk ini merancang sendiri rumah tinggal dan furniturnya dengan melakukan banyak eksperimen dalam mewujudkan idenya. Dengan bekal pendidikan di bidang seni rupa, pemilik rumah memadukan aspek teknologi, aspek material dan aspek estetika sehingga hunian ini berhasil mengekspresikan keunikan desainnya.
Lahan kaveling yang terletak di dalam cluster memberi kemudahan dan keleluasaan untuk mengolah keempat sisi-sisi bangunan tanpa pagar pembatas kaveling. Massa bangunan induk bersampingan dengan bangunan paviliun yang digunakan untuk studio pribadi. Area terbuka di sisi Timur dimanfaatkan menjadi outdoor sitting area untuk keluarga berkumpul. Keteduhan semakin terasa dengan kanopi pepohonan existing yang dibiarkan tumbuh dan dilengkapi dengan taman bernuansa tropis. Wujud bangunan didominasi oleh susunan kubus-kubus simpel yang diatur maju mundur secara dinamis. Pemilik rumah menyusun tiga buah kubus besar menjadi bangunan induk sedangkan dua buah kubus kecil sengaja ditempatkan terpisah sebagai area servis dan paviliun studio.
Dua buah kubus besar di bagian muka bangunan induk merupakan bangunan privat untuk kamar-kamar tidur dan ditandai oleh dinding beton ekspos yang masif. Sebuah kubus di bagian belakangnya merupakan bangunan komunal untuk ruangan keluarga, ruangan makan, pantri dan tangga yang menyatu. Bangunan komunal ini sengaja ditampilkan berbeda dengan dominasi jendela, pintu kaca lebar dan atap bidang miring sehingga  berkesan “ringan” dan terbuka. Bangunan paviliun merupakan bangunan servis ditandai dengan finishing semen kasar. Celah di tengah formasi kubus-kubus ini diolah menjadi area masuk (entrance) hunian dan dilanjutkan berupa koridor menuju ke dalam dan halaman belakang. Lanskap juga diolah menyatu dengan bangunan yaitu berupa tanaman merambat di atas koridor masuk dan dinding belakang pembatas kaveling. Pepohonan seperti kamboja juga tabebuya sengaja ditanam di dekat dinding beton ekspos dengan finishing acian kasar agar “melembutkan” kesan kokoh dari hunian di samping adanya unsur air berupa kolam ikan..
Untuk mengurangi teriknya matahari, arsitek memasang atap terpal yang menaungi area duduk luar. Bentuk terpal yang melengkung ini juga menambah kesan dinamis dan fleksibel pada formasi kubus yang kaku di hunian ini.
Bukaan pintu dan jendela mengikuti arah matahari. Sisi yang menghadap Timur dirancang serba terbuka agar cahaya matahari masuk ke dalam rumah secara maksimal. Sedangkan sisi yang menghadap ke arah Barat lebih terlihat masif berupa dinding beton ekspos. Selain itu pemakaian skylight pada ruangan-ruangan tidur juga diterapkan untuk tujuan yang sama.
Di bagian dalam rumah, arsitek merancang void dua lantai di sekitar tangga dan dikelilingi oleh lantai mezanin sehingga berkesan lapang. Susunan ruangan terasa “mengalir” mulai dari pantry, ruangan makan, ruangan keluarga dan foyer di lantai bawah sampai ke selasar di lantai atas. Seluruh rancangan hunian ini tidak hanya berhasil mengakomodasi kebutuhan pemilik tetapi juga mengekspresikan inovasi arsitektur dan interior dari desainer.
Lokasi : Kediaman keluarga Ossiatzki di Pondok Labu, Jakarta Selatan
Arsitektur dan Interior : Ossiatzki dari Ossiatzki Design (Oxide)
Aksesori : Sebagian dari koleksi Vinoti Living dan Brio

Tidak ada komentar:

Posting Komentar